January 30, 2015

Sebab matinya hati

Penyebab tertutupnya mata hati karena disebabkan oleh 10 perbuatan kita. Kata Ibrahim bin Adham, “Doa kita tidak akan terkabul karena hati kita telah mati (tertutup mata hatinya), dan penyebab matinya mata hati kita karena sepuluh hal” :

1. Kita mengenal Allah swt, tetapi tidak memenuhi hak-haknya. Maksudnya, tidak melaksanakan perintahnya dan tidak meninggalkan larangannya. Justru, sebaliknya mengerjakan larangannya dan meninggalkan perintahnya. Itulah kelakuan kita pada umumnya. Astagfirullahal adzim.

2. Kita mengaku mencintai Rasulullah saw, tetapi tidak mengikuti sunah-sunahnya (ajaran Rasulullah).

3. Kita membaca Al-Qur’an, tetapi tidak mengamalkan isinya.

4. Kita menikmati berbagai karunia Allah swt, tetapi tidak bersyukur kepadanya. Padahal apa yang kita miliki semuanya karena karunia dan kemurahan serta kasih sayang Allah pada kita. Bukan karena kehebatan dan kepintaran kita.

5. Kita menyatakan setan sebagai musuh, tetapi tidak menentangnya, bahkan menjadi “sahabatnya”.

6. Kita menyatakan surga itu benar-benar ada, tetapi tidak beramal untuk memperolehnya. Justru perbuatan ke neraka yang lebih sering dilakukannya.

7. Kita menyatakan neraka itu ada, tetapi tidak berusaha untuk menghindarinya. Kebanyakannya begitu.

8. Kita menyatakan kematian itu pasti datang, tetapi tidak bersiap-siap untuk menyambutnya. Selalu lupa akan kematian.

9. Kita lebih sibuk menggunjingkan aib dan keburukan orang lain, tapi melupakan aib dan keburukan diri sendiri.

10. Kita kuburkan orang yang meninggal, tapi tidak pernah mau memetik pelajaran darinya. Lupa kalau kita juga akan dikuburkan.

Demikian, nasehat Ibrahim bin Adham mengapa doa-doa kita tidak dikabulkan. 

December 05, 2014

6 Syarat Khusyu'

Seseorang bertanya kepada Sayyidil Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz. "Bagaimana agar kita boleh khusyu' dalam solat?"

Lalu Sayyidil Habib Umar bin Hafidz menjawab: " Seseorang di katakan khusyu' jika memenuhi 6 syarat ini, yaitu:

1. (Hudurul Qolb) Hadirnya hati.
2. (Tafahhumul Ma'ani) Memahami arti atas apa yang kita katakan dan yang kita sedang lakukan.
3. (Al ijlal watta'zhim ) Adanya rasa mengagungkan dan memuliakan kepada Allah. Terkadang kita hadir hati, mengetahui arti, tapi tanpa pengagungan, perkara ini seperti seseorang yang memahami perkataan anak kecil tetapi tidak terlalu menghiraukannya.
4. (Al ijlal watta'dzhim ma'al Haibah) Hendaklah merasakan kemuliaan dan keagungan tadi di iringi dengan rasa haibah (kewibawaan). Haibah: Rasa takut yang timbul kerana mengagungkan Allah yang Maha Agung. Takut solat kita tidak di terima oleh Allah.
5. ar-Roja', perlu ada sifat berharap agar solat kita di terima oleh Allah. Juga menjadi sebab dekatnya kita kepada Allah serta mengharapkan mendapat balasan yang agung.
6. Haya': Adanya rasa malu bahwa kita tidak menunaikan hak Allah dengan kehendaknya.

Kemudian Habib Umar mengatakan, "Jika enam kriteria ini terdapat padamu maka solatmu boleh di katakan solat yang khusyu'." Mudah-mudahan Allah memberikan taufiq kepada kita sehingga kita mampu untuk mengamalkan kaedah yang ada ini.

Credit to: pecinta rasulullah's instagram